Breaking News
Loading...
Senin, 26 Agustus 2013

Ini Dia Bahaya Ngeden Bagi Kesehatan

BAB

Hayo jujur! Siapa yang rajin ngeden diwaktu BAB diantara sobat Lintasgaul? :P
Mulai sekarang sebaiknya anda jangan sembarang ngeden karena bisa menyebabkan beberapa efek buruk bagi kesehatan lho.


Sering ngeden terlalu keras bisa memberikan tekanan berlebih pada perut dan bisa menyebabkan turunnya beberapa organ yang bisa menimbulkan ketidak nyamanan bahkan bahaya untuk kesehatan tubuh.


Ini dia Beberapa akibat yang akan terjadi apabila Sobat Lintasgaul terlalu sering mengeden terlalu keras:


1. Wasir (ambeien)

Wasir (ambeien atau haemorrhoid atau pile) adalah lapisan selaput lendir di daerah lubang pelepasan (anus) yang menjadi lemah dan kendur (inelastic) yang terjadi karena buang air besar yang tak teratur dan sering mengeden.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini biasanya dokter menyarankan agar teratur buang air besar (BAB) dan banyak makan makanan berserat.


2. Hernia (turun berok)

Hernia atau turun berok terjadi karena otot di selangkangan melemah sehingga dapat menyebabkan usus menonjol di pangkal paha. Tanda awal biasanya terlihat tonjolan di daerah selangkangan. Hal ini bisa terjadi pada saat lahir atau berkembang seiiring waktu.

Hernia paling sering disebabkan karena melemahnya otot, tapi hal tersebut juga bisa dipicu oleh sebab-sebab lain seperti terlalu seringnya mengeden pada saat buang air besar.


3. Rahim turun

Proses persalinan atau melahirkan yang sulit bisa membuat otot-otot sekitar rahim melemah. Seiring dengan menurunnya hormon estrogen secara alami, maka rahim bisa turun ke dalam saluran vagina yang dikenal dengan istilah rahim turun.

Rahim turun (prolapsed uterus) paling sering disebabkan oleh proses persalinan yang berulang kali, melemahnya otot panggul, usia, kelebihan berat badan, sering mengangkat beban berat, serta adanya peningkatan tekanan dalam perut seperti batuk kronis dan terlalu mengeden akibat sembelit saat buang air besar.


3. Rektum turun (usus besar turun)

Rektum merupakan ujung dari usus besar dekat anus. Bila terjadi peningkatan tekanan di perut, maka rektum bisa turun ke anus yang disebut dengan rektum turun atau prolaps rektum. Hal ini biasanya sering terjadi setelah buang air besar ketika orang terlalu keras mengejan.

Kondisi ini sering dirawat di rumah tanpa perlu segera dioperasi, tetapi ada bahaya yang terkait dengan prolaps rektum, seperti inkontinensia tinja (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar), solitary rectal ulcer syndrome (borok atau luka menumpuk di sekitar dubur) dan kekurangan gizi.


Tips Menghindari Ngeden


Untuk menghindari ngeden, usahakan BAB lancar karena BAB membantu menghilangkan sisa makanan yang tercerna dan bahan limbah dari tubuh.


BAB yang sehat biasanya rutin setiap hari atau 2 hari sekali. BAB yang sehat itu harus mudah dilakukan, tanpa mengejan dengan keras atau rasa sakit dan tinja tidak boleh mengandung darah.


BAB yang tidak lancar disebabkan karena cairan dalam tubuh kering. Akibatnya kemampuan usus besar untuk berkontraksi menjadi lemah.


Solusi yang sederhana agar BAB lancar di pagi hari adalah banyak minum air di siang hari. Kemudian minum segelas air hangat di pagi hari. Minuman herbal lidah buaya di pagi hari juga bisa memperlancar BAB.


Selain karena tubuh kurang air, BAB yang tidak lancar juga disebabkan kurangnya serat didalam tubuh. Praktisi kesehatan menyarankan agar pada siang hari orang lebih banyak makan makanan berserat dan minum air sehingga pagi harinya metabolisme tubuh bisa lancar.


Bagaimana sob, masih mau rajin ngeden juga? O.o

0 komentar:

Posting Komentar

Dilarang Link Aktif!

Makna di balik setiap huruf Jawa

Hai teman2 lintas gaul,,berjumpa lagi nih dengan igo,,pada kesempatan minggu ini igo akan memberikan artikel dari temen saya yang suka seka...

Copyright © 2014 LINTASGAUL.ONLINE All Right Reserved